BERIKAN DUKUNGAN PSIKOSOSIAL DENGAN BERMAIN BERSAMA AYAM PELIHARAAN

Petugas Dinas Sosial bermain dengan anak yang memerlukan perlindungan khusus

Palangka Raya, Senin (24/08/2020) Dinas Sosial melalui Bidang Rehabilitasi Sosial Seksi Rehabilitasi Sosial Anak dan Lanjut Usia melakukan home visit ke tempat tinggal anak yang memerlukan perlindungan khusus, tujuan dari home visit ini adalah untuk memberikan dukungan psikososial kepada anak tersebut. “home visit dilakukan dalam rangka pemberian dukungan psikososial , konseling dan pemberian kebutuhan pangan, selain itu kami mengajak anak untuk bermain bersama agar dapat terjalin kedekatan antar petugas dan Anak salah satunya bermain dengan ayam peliharaan mereka.” Ujar Ekha Raya Kepala Seksi Rehabilitasi Sosial Anak dan Lanjut Usia yang ikut dalam kegiatan home visit tersebut. “saya sangat senang sekali karena kedatangan kami disambut dengan senyum gembira ade kecil bahkan mereka memanggil saya dengan penuh semangat , ka ekha ka ekha kata mereka “ tambah Ekha.

Sebelumnya anak telah menjalani rehabilitasi sosial di  Balai Rehabilitasi Sosial Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus  Handayani Jakarta kurang lebih selama 3 bulan dan saat ini mereka sudah berkumpul kembali dengan keluarga. “anak tersebut sempat direhabilitasi selama 3 bulan di BRSAMPK Handayani dan selanjutnya akan dilakukan pendampingan pada keluarga untuk memastikan hak mereka terpenuhi terutama hak anak”, tambah Nurul Pekerja Sosial yang juga melakukan pendampingan pada Anak yang memerlukan perlindungan khusus. “anak-anak ini harus kita dampingi dan keluarga pun harus kita rangkul bersama” tambah Ayub yang merupakan Satuan Bakti Pekerja Sosial Kementrian Sosial RI.

Perlu kita ketahui bersama bahwa menurut Permensos Nomor 08 Tahun 2012 tentang Pedoman Pedoman Pendataan Dan Pengelolaan Data Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial Dan Potensi Dan Sumber Kesejahteraan Sosial, anak yang memerlukan perlindungan khusus adalah anak yang berusia 6 (enam) tahun sampai dengan 18 (delapan belas) tahun dalam situasi darurat, dari kelompok minoritas dan terisolasi, dieksploitasi secara ekonomi dan/atau seksual, diperdagangkan, menjadi korban penyalahgunaan narkotika, alkohol, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (napza), korban penculikan, penjualan, perdagangan, korban kekerasan baik fisik dan/atau mental, yang menyandang disabilitas, dan korban perlakuan salah dan penelantaran.

Tinggalkan Balasan