VIRAL! TIDUR BERATAPKAN TERPAL , LANJUT USIA INI TIDAK MEMILIKI RUMAH

Petugas Dinas Sosial mengunjungi Slamet dan Nayi

Palangka Raya, Rabu (26/08/2020) Dinas Sosial Kota Palangka Raya mendapatkan laporan terkait sepasang suami istri yang tidak mempunyai rumah dan hanya tinggal di sebuah pondok beratapkan terpal. Petugas berkoordinasi dengan Lurah Tangkiling dan langsung melakukan respon kasus ke alamat yang ditujukan yaitu Jl Tjilik Riwut KM 38, selanjutnya petugas bertemu dengan Slamet (72 th) dan Nayi (64 th) pemilik pondok yang beratapkan terpal tersebut.

Slamet dan Nayi mempunyai Kartu Keluarga yang beralamatkan Kelurahan Tangkiling dan baru menempati pondok di KM 38 selama kurang lebih 3 bulan, sebelumnya mereka sempat berkali-kali berpindah tempat tinggal karena mereka membangun pondok di lahan milik orang lain. Pondok yang ditempati sekarang pun berada di atas lahan milik orang atas persetujuan bersama “mereka tidak mempunyai anak dan berada diatas tanah milik warga yang berukuruan 32 m x 39 m atas persetujuan bersama, sambil menjagakan lahan itu juga” Ujar Nesiwati Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial yang ikut melakukan respon kasus.

Kondisi Pondok dilihat dari dalam

Keduanya bekerja sebagai buruh serabutan dengan hasil yang tidak menentu “kadang ambil upah bersihin tanah orang ataupun bantu bertukang , demikian pula istrinya kalo ada acara pernikahan bantu masak diacara pernikahan itu “ tambah Ekha Kepala Seksi Rehabilitasi Sosial Anak dan Lanjut Usia Terlantar.

Slamet dan Nayi telah mendapatkan Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kementrian Sosial RI yang sebelumnya sudah diambil di Kantor Pos sebanyak 3 kali, namun mereka masih belum terkakses layanan PBI-JKN.  Untuk sementara, keduanya dihubungkan pada layanan kesehatan di Puskemas Tangkiling. Petugas Dinas Sosial juga memberikan bantuan paket sembako pada Slamet dan Nayi, “pada kesempatan ini kami memberikan 1 paket sembako, kami dapat info juga bahwa tim dari puskesmas tangkiling siap untuk memberikan layanan kesehatan pada Bapak Slamet dan Ibu Nayi, selanjutnya yang dibutuhkan oleh keduanya adalah fasilitas air bersih “ Ucap Nurul Pekerja Sosial Dinas Sosial yang juga melakukan observasi di sekeliling pondok.

Kepala Dinas Sosial Kota Palangka Raya mengapresiasi kesigapan para petugas di lapangan dalam merespon kasus ini “sudah sepatutnya kita memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat karena memang itulah tujuan kita sebagai abdi negara yang membantu Walikota Palangka Raya di bidang sosial khususnya dalam peningkatan kesejahteraan sosial masyarakat Kota Palangka Raya “ Jelas Nyta Bianyta Rezza dalam pesannya pada petugas respon kasus.

Selanjutnya, kasus ini akan tetap dilakukan pemantauan oleh pihak kelurahan dan fasilitator SLRT kelurahan Tangkiling sampai nanti ditemukannya pilihan terbaik untuk keluarga Slamet dan Nayi.

Tinggalkan Balasan