29 ORANG TERJARING DALAM KEGIATAN PENERTIBAN KAMIS MALAM

Pemberian arahan dari Kepala Dinas Sosial kepada masyarakat yang terjaring penertiban

Palangka Raya, Dinas Sosial Kota Palangka Raya melaksanakan kegiatan Penertiban Tuna Sosial yaitu tuna susila, gelandangan dan pengemis serta anak jalanan. Kegiatan ini rutin dilakukan setiap tahunnya untuk mengurangi penyakit masyarakat. Pada Kamis (26/11/2020) tepat pukul 19.05 WIB tim penertiban berkumpul di halaman kantor Dinas Sosial  untuk mengikuti apel bersama guna menyamakan cara bertindak saat melakukan penertiban, tim ini terdiri dari petugas dari Kodim 1016/ Palangka Raya, Polresta Palangka Raya, Satpol PP Kota Palangka Raya, Badan Narkotika Nasional Kota Palangka Raya dan Dinas Sosial Kota Palangka Raya. Dalam arahannya, Kepala Dinas Sosial berharap kegiatan ini dapat menertibkan tuna sosial yang ada di Kota Palangka Raya. “Saya berharap dengan adanya kegiatan ini, tuna sosial yang ada di Kota Palangka Raya dapat kami bina dan berangsur-angsur akan berkurang. Tuna Sosial yang terjaring akan kita lakukan asessmen. Dengan kerjasama tim yang baik, semoga kegiatan malam ini dapat berjalan lancar ”, Ungkap Nyta Bianyta Rezza. Kepala Satuan Binmas Polresta Palangka Raya Kompol I.G.A Rai Putra juga menyampaikan dalam arahannya bahwa penertiban dilakukan dengan pendekatan humanis dan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Sebanyak 29 Orang terjaring dalam kegiatan penertiban ini yaitu tuna susila, anak punk, dan sekelompok mahasiswa yang sedang melakukan pengumpulan dana tanpa ijin. Setiap orang mendapatkan giliran untuk dilakukan asessmen oleh Pekerja Sosial, hal ini bertujuan untuk mengetahui identitas dan kondisi psikososial sasaran penertiban “sebanyak 29 orang terjaring malam ini terdiri dari tuna susila, anak punk dan mahasiswa yang melakukan pengumpulan dana tanpa izin “ ujar Kory Permata selaku Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial yang juga ikut dalam tim penertiban tuna sosial malam itu. ‘’ Pekerja Sosial melakukan asessmen dengan mengumpulkan data terkait kondisi psikososial mereka. Hasil asessmen ini nanti digunakan untuk bahan melakukan perencanaan intervensi, kami pun akan menjaga kerahasiaan data pribadi mereka demi keamanan dan kenyamanan bersama. Hal tersebut merupakan bagian dari prinsip dari Pekerjaan Sosial”. tambahnya.

Tinggalkan Balasan