ADA LAGI, LANSIA SAKIT DALAM KEADAAN TERLANTAR

Dalam beberapa bulan belakangan boleh jadi  lelah dan jenuh menghadapi tugas dirasakan pegawai Dinas Sosial karena setiap hari harus berhadapan dengan masalah sosial yang datang bertubi-tubi. Tidak mudah memang, namun mau bagaimana lagi, itulah tugas yang harus diemban mereka. Untungnya petugas-petugas kita bekerja dengan hati nurani, sehingga yang timbul adalah rasa peduli.

Belum lagi selesai penanganan orang terlantar yang masih diinapkan di rumah singgah, kemaren petugas kembali mendapatkan informasi adanya lansia yang sakit dan terlantar, petugas pun segera melakukan pengecekan ke lokasi. Ternyata klien tinggal di sebuah barak dengan kondisi ekonomi yang cukup memprihatinkan bersama cucu dan buyutnya. Kesehariannya beliau dijaga dan ditemani oleh buyutnya yang masih kelas 4 SD, sedangkan sang cucu bekerja buruh di sebuah toko untuk menghidupi mereka. Informasinya beliau sudah lama menderita sakit dan tidak mampu untuk berobat. Terlihat badannya sangat kurus hanya kulit membalut tulang.

Melalui koordinasi dengan Tim IGD RSUD Palangka Raya, akhirnya klien dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan kesehatannya dan menjalani rawat inap.

Dalam keterbatasannya, Dinas Sosial sudah berupaya memberikan layanan yang maksimal sesuai dengan kewenangannya. Yang  saat ini bisa dilakukan Dinas Sosial adalah menghubungkan PMKS ke akses layanan, seperti fasilitasi jaminan kesehatannya dan legalitas identitas kependudukannya.

Jika saja ada kepedulian masyarakat terutama pengurus RT maupun RW terhadap sesamanya, sejak awal masalah sosial seperti ini tidak akan terlambat penanganannya. Pengurusan administrasi legalitas kependudukan dan jaminan kesehatan bagi masyarakat yang tidak mampu bisa difasilitasi pengurus lingkungan ke Dinas Sosial.

 

 

Tinggalkan Balasan