DISIPLIN MEMINUM OBAT DAN KOMUNIKASI YANG BAIK MEMINAMILISIR KEKAMBUHAN BAGI ORANG DENGAN GANGGUAN JIWA

Palangka Raya, Senin (28/12/2021) Dinas Sosial mendapatkan informasi bahwa Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) insial AP (47 th) yang telah menerima rehabilitasi medis di RSJ Kalawa Atei sudah dapat dipulangkan ke rumah. Sebelumnya, ODGJ tersebut sempat meresahkan masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya dengan mengamuk dan merusak barang-barang di rumah. AP sendiri  sempat menerima layanan Rehabilitasi di Budi Luhur Banjarbaru pada tahun 2019 lalu dan sudah bisa beraktivitas serta berkomunikasi dengan baik. Namun karena mengalami putus obat, AP mengalami kekambuhan dan menunjukan perilaku yang agresif “ Semenjak ibu saya meninggal, AP sudah tidak meminum obat lagi, sempat menggelandang juga karena tidak ada yang sanggup mengurusnya, sekarang dia sering mengamuk dan merusak barang-barang yang ada dirumah sehingga tetangga pun takut”. Ujar Cici Saudara AP yang baru kembali dari Malaysia.

Sebelum dilakukan reunifikasi kepada keluarga, Dinas Sosial sempat melakukan pertemuan dengan keluarga dan  Ketua RT yang difasilitasi oleh Pihak Kelurahan Bukit Tunggal, hal ini dilakukan atas dasar penolakan kembalinya AP ke masyarakat di lingkungan tersebut. Petugas Dinas Sosial memberikan pemahaman kepada keluarga dan masyarakat melalui Ketua RT agar tidak takut akan adanya AP dan ikut berpartisipasi dalam pemulihannya “ Peran yang sangat penting disini adalah keluarga, karena keluarga lah yang dapat mengontrol pengonsumsian obat pada AP tiap harinya. Masyarakat tidak perlu takut akan adanya kekambuhan dari AP karena yang bersangkutan juga sudah mendapatkan perawatan atau rehabilitasi medis di RSJ Kalawa Atei, tinggal keluarga yang meneruskan perawatan memberikan obat tepat waktu sesuai jadwal “ Ujar Kory Permata Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial yang ikut dalam pertemuan tersebut. “ Iya masyarakat tidak perlu resah dan takut karena AP juga butuh dukungan dari masyarakat dalam pemulihannya, komunikasi yang baik dan melibatkan AP dalam kegiatan sehari-hari baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat termasuk mendukung pemulihan AP agar tidak mengalami kekambuhan lagi” tambah Adindha Pekerja Sosial yang menangani kasus AP. 

Tinggalkan Balasan