HASIL PENGUMPULAN UANG DAN BARANG DISALURKAN KEPADA KORBAN BANJIR DI KABUPATEN BANJAR

Palangka Raya –Musibah banjir yang melanda sebagian wilayah di Kalimantan Selatan masih belum usai, para relawan dari berbagai daerah masih menyalurkan bantuannya ke daerah yang rumahnya masih tergenang. Rabu (03/02/2021) Dinas Sosial Kota Palangka Raya menyerahkan hasil pengumpulan uang dan barang gabungan dari beberapa organisasi sosial dan komunitas yaitu Tagana kota Palangka Raya, KEMA STMIK, KBM Faperta, Radio Antara Penduduk Indonesia (RAPI), Yayasan wal Fajri dan DPC Forsa ke Dinas Sosial Kabupaten Banjar. Kepala Dinas Sosial Nyta Bianyta Rezza bersama Staf ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia menyerahkan secara simbolis bantuan yang berupa uang tunai, paket sembako, dan pakaian layak pakai bagi korban banjir di daerah Kabupaten Banjar , “Bantuan ini berasal dari hasil Pengumpulan Uang dan Barang dari beberapa organisasi yang sudah mengantongi izin dari Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Dinas Sosial dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu. Selain diserahkan ke Dinas Sosial Kabupaten Banjar, Tagana kami juga akan menyerahkan langsung bantuan tersebut ke Desa Pembantanan Kabupaten Banjar”. Ujar Nyta menjelaskan.

Kedatangan rombongan Dinas Sosial Kota Palangka Raya disambut baik oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Banjar H. Ahmadi yang dalam sambutannya mengatakan jika Pemerintah Kabupaten Banjar sangat berterimakasih atas  bantuan yang disalurkan ke wilayahnya, “sejak tanggal 29 Desember 2020, kami sudah membuka dapur umum, air sempat surut namun air kembali naik saat pertengahan Januari dan langsung cepat naiknya, kantor pun kami buka sebagai tempat pengungsian. Barang yang mereka butuhkan yaitu pakaian dalam untuk wanita, kebutuhan anak-anak dan pakaian untuk bapak-bapaknya, “ kata Ahmadi. “Sampai sekarang masih ada sebagian desa yang masih tergenang air dan penduduknya memilih bertahan di rumah masing-masing dengan mengandalkan apar-apar yang mereka bikin di rumah” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut Drs. Supriyanto selaku Staf ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Sekeretariat Daerah Kota Palangka Raya mengungkapkan beberapa informasi yang didapatnya dari sosial media, “Saya lihat yang viral itu juga ada kelotok yang lewat di Jl A.Yani, berarti air memang tinggi sekali  terus ada juga bapak-bapak yang memakai pakaian daster karena pakaian laki-laki lebih sedikit dari pakaian perempuan, fenomena ini jarang terjadi dan semoga saja musibah cepat berlalu serta bantuan yang disalurkan dapat bermanfaat bagi korban banjir tersebut”. Ungkapnya. (el)

Tinggalkan Balasan