HOME VISIT DAN ASSEMENT ANAK TERLANTAR

Hai…..Jumpa lagi dengan kami pekerja sosial, 

Salam Semangat !!!

          Pagi ini Selasa 22 Agustus 2017,  sekali lagi kami diberikan kesempatan untuk berbagi, tempat dimana kami berbagi masih diseputaran kota Palangka Raya.  Lokasinya mohon maaf tidak dapat kami sebutkan , untuk menjaga kepercayaan yang sudah diberikan kepada kami. 

Salah satu bagian dari tugas pekerja sosial , adalah melaksanakan home visit ( kunjungan rumah) dan assesment  ( proses menemu kenali masalah)  semoga cerita yang kami bagikan berikut ini , dapat menambah pemahaman bagi kita semua tentang apa itu pekerjaan sosial  pada umumnya dan khususnya  tupoksi Dinas Sosial Kota Palangka Raya sebagai  perpanjangan tangan Pemerintah Kota Palangka Raya.

         ” Kalau kita bercerita ataupun mengatakan tentang dunia anak yang terlintas dalam fikiran kita adalah dunia tanpa beban, hanya bermain dan bermain…. tapi hal tersebut  tidak terjadi pada  dunia anak yang kami kunjungi hari ini .

Nasib anak ini tidaklah seperti gambaran anak -anak pada umumnya , hidup mereka  tidak seberuntung kita,  sebut saja  adik A  dia baru berumur 18 tahun bersama ketiga adik-adiknya berumur 12 tahun, 5 tahun dan 2 tahun, ibu kandung mereka telah dipanggil Yang Maha Kuasa beberapa minggu yang lalu, sedangkan ayah tirinya sudah menikah  lagi.  Sebagai anak tertua tentunya dia lah yang menjadi tumpuan adik-adiknya, dia harus bekerja untuk menafkahi mereka, sementara neneknya yang lansia  (66 tahun)  yang  menjaga  ketiga adiknya .

Dari cerita neneknya Adik A  sebenarnya masih ingin kuliah, namun kesadaran untuk mengambil tanggungjawab menjadi pelindung adik-adiknya keinginan itu dilupakannya untuk sementara.  Jujur melihat keadaan mereka membuat kita yang datang menahan airmata, apalagi kalo mendengar adik bungsunya yang berusia 2 tahun  memanggil- manggil ibunya karena  ingin ASI dan pelukan hangat ibunya, kakaknya memang masih bersekolah namun tetap dengan rasa was-was  apakah tetap dapat melanjutkan  sekolah  atau tidak, ??? ” 

            Menilik cerita Adik A dan keluarganya ini,  sesungguhnya memberikan  kesempatan bagi  kita sebagai sesama manusia dan pelayan masyarakat yang hidupnya lebih beruntung, untuk dapat mengaplikasikan ilmu kita secara profesional  sebagai pelayan masyarakat dan sebagai sesama manusia untuk berbagi dan menguatkan kepedulian yang selama ini dibungkus dengan kata ” Kesetiakawanan Sosial ” .

Bagi kami secara profesional tugas kami adalah menghubungkan Adik A dan keluarga dengan sistem sumber yang dapat  menolong menyelesaikan masalah yang mereka hadapi berdasarkan hasil assesmen saat home visit ( mediator, advokasi dan enabler ) .

Contoh sederhananya jika mereka tidak terakses pelayanan  sosial, maka kita memfasilitasi mereka dengan memasukkan mereka dalam data base calon penerima layanan sosial anak ,  mereka juga tidak terakses jaminan  kesehatan “Palangka Raya Sehat” , kita memfasilitasi mereka agar memperoleh akses layanan tersebut dengan memberikan informasi sejelas-jelasnya tentang prosedur layanan jaminan kesehatan tersebut. 

Kalo sebagai sesama manusia, pasti sudah bisa berfikir dan membayangkan ….apa yang bisa kita lakukan bagi mereka bukan ?? 

misalnya jadi kakak Asuh untuk bantu biaya sekolahnya, memberikan bantuan susu formula bagi adik balitanya tentunya bukan hal yang sulit bukan? atau bisa juga menjadi sahabat doa bagi neneknya yang lansia  tidak mustahil bukan ??? 

           Sesuatu yang kami ketahui dengan pasti …….Berbagi itu Tidak Pernah Rugi …!!!!!! berbagi itu membuat kita bahagia karna kita jadi bermanfaat bagi orang lain…!!!!

    Terima kasih ,

    sudah menyempatkan waktu baca cerita ini yaaa……

    

 

 

 

 

 

  

Tinggalkan Balasan