HOME VISIT KELUARGA TIDAK MAMPU

Penanganan permasalahan sosial memang membutuhkan banyak perpaduan partisipasi pihak-pihak terkait. Kali ini Dinas Sosial berkesempatan melakukan home visit bersama pihak puskesmas ke salah satu keluarga tidak mampu yang menderita kanker tulang serta keluarga yang anaknya menderita penyakit hydrocepalus di Kelurahan Menteng.

Mereka sebetulnya tidak menginginkan nasib yang dijalani saat ini. Kondisi ekonomi yang memprihatinkan pada dua keluarga tersebut ditambah lagi dengan penyakit yang diderita oleh salah satu keluarganya menambah beban hidup mereka, bangunan yang ditempati pun juga tidak bisa dikatakan layak .  Kedua keluarga tersebut  bukanlah penduduk baru di Palangka Raya, mereka sudah 15 tahun lebih bermukim dan mempunyai identitas, namun hanya mempunyai KIS PBI  sebagai jaminan kesehatan yang diberikan Pemerintah. 

Menurut pengakuan ibu  si anak penderita hydrocepalus, dia merupakan tulang punggung keluarga karena sudah lama bercerai  sementara kondisi anaknya yang sakit tidak memungkinkan untuk mencari pekerjaan, mereka pernah mendapatkan bantuan beras sekali, itupun dibagi dengan orangtuanya yang juga kondisi ekonominya sama  tinggal dibarak sebelah bersama 8 adiknya, 4 diantaranya masih sekolah. Namun entah mengapa bantuan tersebut sudah tidak lagi mereka dapatkan. 

Sedangkan keluarga ibu penderita kanker tulang memang belum pernah mendapatkan bantuan, suaminya sudah lama meninggal, anaknya empat dan dalam masa sekolah. Dia sebagai kepala keluarga menderita kanker tulang stadium tiga. Saat ini anak keduanya mau ujian terakhir SLTA dan tidak dibolehkan ikut ujian sebelum bayar uang sekolahnya.

Harus diakui realita di lapangan seperti ini merupakan tamparan bagi Dinas Sosial, karena masih banyaknya keluarga yang memang betul betul miskin justru tidak mendapatkan haknya. Dinas Sosial memang sangat terbatas dari segi SDM dan anggaran,  selama ini sudah  melakukan upaya maksimal  melakukan pertemuan, sosialisasi dengan pihak Kelurahan, agar keluarga-keluarga seperti itu segera diusulkan ke Dinas Sosial, tetapi tetap saja masih ada ditemukan. Dinas Sosial tidak mungkin melakukan penjangkauan satu per satu rumah per rumah keberadaan keluarga tidak mampu, dibutuhkan pihak-pihak RT dan Kelurahan untuk berperan aktif.

Saat ini Dinsos berupaya melakukan koordinasi dengan pihak kelurahan dan sekolah terkait untuk anak yang harus mengikuti ujian,  serta berusaha memasukkan keluarga tersebut dalam Basis Data Terpadu untuk proses penentuan bantuan sosial.

Menemukan keluarga dengan kondisi prihatin di lingkungan  sekitar kita, mestinya kita bisa berbuat dengan minimal melaporkan kepada RT setempat.  Sedikit kepedulian kita akan banyak membantu sesama …. (20/3/2019)

Tinggalkan Balasan