KOORDINASI PENANGANAN ORANG TERLANTAR KELURAHAN BUKIT TUNGGAL

Masalah akibat  ketidakmampuan pribadi mengendalikan perilaku dan sikap bisa jadi menimbulkan akibat permasalahan sosial yang lebih luas. Seperti halnya kasus ini, bermula dari laporan warga di Kelurahan Bukit Tunggal tentang adanya seorang laki-laki yang sakit stroke  mengalami kelumpuhan sebagian anggota tubuhnya,  dan tinggal sendiri dibarak dalam 3 tahun terakhir ini.  Selama ini  barak yang ditinggalinya merupakan bantuan  dari warga tetangga sekitar yang mengumpulkan dana secara sukarela membayarnya.  Kemudian pihak Puskesmas Jekan Raya melakukan rujukan rawat inap ke Rumah Sakit Doris Sylvanus.

Permasalahan mulai muncul setelah menjalani perawatan klien diperbolehkan pulang dan rawat jalan, ternyata terdapat penolakan dari tetangga kiri kanannya yang selama ini merasa sangat terganggu dengan perilaku klien yang kerap berteriak-teriak dan marah-marah. Setelah berkoordinasi dengan pihak rumah sakit, akhirnya untuk sementara klien diinapkan diasrama Rumah Sakit sambil menunggu tindaklanjut layanan. Untuk mencari solusi terbaiknya Dinas Sosial Kota Palangka Raya kemudian mencari dan menghubungi keluarga klien. Ternyata klien telah bercerai dengan istrinya dan mempunyai 3 orang anak. Perceraian terjadi karena menurut sang istri dan anak-anak tidak tahan lagi menghadapi sifat temperamen klien yang menimbulkan ketakutan bagi mereka sehingga trauma. Hingga sampai saat inipun menurut istrinya, mereka sebetulnya masih peduli dengan mengantari makanan setiap hari.

Dan pagi tadi difasilitasi oleh Lurah Bukit Tunggal, bertempat di kantor Kelurahan Bukit Tunggal dilakukanlah urun rembug  yang dihadiri oleh pihak Dinsos, pihak Kelurahan, RT, RW, Babinsa/Babinkantibmas, perwakilan warga, mantan istri dan anaknya, serta paguyuban Jawa Barat selaku asal daerah klien. Hasil koordinasi akan menunggu keputusan pihak paguyuban yang akan berkoordinasi dengan keluarga klien yang berada di Bogor, sementara Dinsos Kota Palangka Raya juga akan melakukan koordinasi dan konsultasi untuk penanganan klien ini sepulangnya dari asrama Rumah Sakit.

Dalam penanganan kasus seperti ini, pihak Dinsos memerlukan waktu dan dukungan dari semua pihak terkait untuk pelayanan yang terbaiknya.

  

Tinggalkan Balasan