LANSIA TERLANTAR DIBAWA KE PSTW SINTA RANGKANG

Suatu pemikiran yang keliru ketika ada anggapan bahwa Dinas Sosial lah yang bertanggung jawab penuh atas penanganan masalah sosial yang timbul dimasyarakat. Masalah sosial sangatlah kompleks sehingga dalam setiap kasusnya memerlukan koordinasi dan partisipasi dari semua pihak disekitarnya. Dan dalam banyak kasus masalah sosial di Kota Palangka Raya yang telah diekspos media, Dinas Sosial seringkali  disalahkan, dianggap lamban dan tidak peduli.   

Seperti kasus Lansia terlantar yang dibicarakan di media sosial beberapa hari belakangan ini,  yang pada akhirnya membuat petinggi Provinsi Kalimantan Tengah harus turun tangan. 

Lansia terlantar tersebut sebetulnya  telah sejak lama menjadi klien Dinas Sosial baik Kota maupun Provinsi, dan beliau juga telah menerima beberapa jenis bantuan sosial kebutuhan dasar dan bimbingan sosial dari petugas sejak tahun 2016.  Dari asesment yang dilakukan saat itu telah diketahui bahwa klien sebenarnya masih mempunyai keluarga, namun karena kondisi ekonominya tidak memungkinkan untuk merawatnya. Saat itu klien sudah dikoordinasikan dengan pihak Dinsos Provinsi Kalimantan Tengah untuk ditampung di Panti, tetapi karena penghuni panti sudah melebihi daya tampung, maka belum bisa dilakukan.  Dalam rentang waktu hingga diekspos media, klien masih berada dalam pantauan Dinsos. Dan pada akhirnya kemaren klien bisa dibawa ke Panti Sosial Tresna Werdha Sinta Rangkang setelah kembali dilakukan koordinasi intensif dan kerjasama lintas sektor dengan Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Tengah, RT, RW, aparat Kelurahan dan beberapa relawan dan lembaga yang peduli.

Memang, saat ini ada banyak fasilitas yang urgen tapi tidak dimiliki, salah satunya adalah panti baik panti anak maupun lansia.  Untuk panti anak, Dinas Sosial Kota Palangka Raya  masih bisa mengandalkan panti-panti milik lembaga yang ada di Kota Palangka Raya, sedangkan panti Lansia satu-satunya di wilayah Kota Palangka Raya hanya milik Pemerintah Provinsi. Hal tersebut pada saatnya akan menjadi kendala dalam penanganan lansia terlantar.

Pada kasus tersebut ketika ada elemen masyarakat  memberikan pertolongan, maka memang itu yang seharusnya terjadi karena kepedulian dan rasa kekeluargaan antar sesama itu yang terpenting dalam penanganan masalah sosial. Dinas Sosial sangat mengharapkan orang atau lembaga yang peduli selalu ada dalam setiap penanganan masalah sosial.  Demikian pula dengan aparat RT maupun Kelurahan jika memang menemukan penyandang masalah sosial di wilayahnya dapat berkoordinasi dengan Dinas Sosial 

Dalam banyak kasus penanganan penyandang masalah, SDM dan anggaran yang tersedia sangatlah minim bahkan ada beberapa yang tidak tersedia, seperti ketika klien yang harus mendapatkan perawatan tapi belum punya KIS,  seringkali  petugas urunan membayar  iuran BPJS selama beberapa bulan hingga JKS nya di tanggung Pemerintah. Belum lagi ketika petugas harus bekerja ekstra di luar jam kerja tanpa perhitungan, memberi makan klien terlantar dan sebagainya.  Dinas Sosial seringkali tidak mengekspos ke media karena ketentuan/regulasi yang tidak mengizinkan, menghargai privasi klien untuk tidak diekspos, dan yang paling sering karena petugas yang tidak mau mengekspos tugas mereka dengan alasan bahwa itu sudah seharusnya mereka lakukan, khawatir  dengan diekspos media keikhlasan hati  mereka menolong dan melakukan kebaikan akan terhapus oleh rasa bangga.

Masalah sosial adalah masalah kita bersama karena mereka  saudara kita

Mari kita peduli dan berbagi dengan sesama ….. Bantuan sekecil apapun akan sangat berarti bagi mereka yang membutuhkan

Tinggalkan Balasan