MAKSUD HATI INGIN MENGADU NASIB DI KOTA, 2 KELUARGA ASAL BUNTOK TIDUR DI MASJID

Palangka Raya, Maraknya penipuan berkedok penyediaan lahan pekerjaan menjadikan jumlah gelandangan di Kota Palangka Raya semakin meningkat. Awal tahun lalu Dinas Sosial menerima laporan terkait gelandangan yang berasal dari daerah luar Kota Palangka Raya, motifnya sama yaitu karena pekerjaan yang dijanjikan oleh teman atau kerabat tidak kunjung didapatkan sehingga kehabisan bekal dan tidur diterminal bahkan ada juga yang menjadi pengemis di jalan. Selasa (23/02/2021), fasilitator Sistem Layanan Rujukan Terpadu (SLRT) Kelurahan Pahandut melaporkan bahwa terdapat dua keluarga yang terdiri dari 2 wanita dewasa dan 4 orang anak kecil dalam kondisi menggelandang dan mengemis karena kehabisan bekal. Hasil dari identifikasi oleh pekerja sosial, terungkap bahwa Samsina (60 th) dan Maria (33 th) berasal dari Buntok lalu tiba di Kota Palangka raya pada hari minggu (21/02/2021). Mereka berdua dijanjikan oleh kerabat mereka pekerjaan sebagai pengupas bawang dan penimbang gula di pasar besar, namun hingga sekarang kerabat tersebut tidak kunjung memberi kejelasan “ kami sampai di Palangka hari minggu, handak begawi mengupas bawang dipasar tapi kadeda kejelasan, duit habis makanya meminta-minta selama dua hari ini gasan mencari ongkos bulik jua.” Ungkap Maria

Menanggapi hal tersebut, Lurah Pahandut dan Petugas dari  Dinas Sosial Kota Palangka Raya berkoordinasi memfasilitasi 2 keluarga tersebut menginap di rumah singgah sebelum nantinya dipulangkan ke tempat asalnya, “ sementara kita fasilitasi untuk tidur di rumah singgah, semoga secepatnya bisa dipulangkan ke daerah asal dan mereka dapat berkumpul kembali dengan keluarganya” Ujar Kepala Dinas Sosial melalui Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Kory Permata

Tinggalkan Balasan