ODGJ MERESAHKAN DI RUJUK KE RS KALAWA ATEI

Lagi-lagi kemaren 13 April 2018 Dinas Sosial menerima laporan dari masyarakat tentang orang dengan gangguan kejiwaan yang meresahkan masyarakat dari Jalan Cempaka. ODGJ tersebut tinggal disekitar Jalan Cempaka hampir 4 bulan. Sebelumnya menurut warga sudah melaporkan kepada pihak Polres dan Satpol PP, namun belum ada tindak lanjut. Dianggap meresahkan karena sering mendekati orang-orang yang lewat tanpa pakaian.

Sebetulnya dalam kasus penanganan ODGJ Dinas Sosial hadir ketika klien berasal dari keluarga tidak mampu belum mempunyai legalitas identitas dan jaminan sosial.  Namun meskipun  menurut prosedur pelayanan  Dinas Sosial hal tersebut keliru,  karena sudah menyangkut kepentingan sosial masyarakat, akhirnya petugas dan peksos Dinas Sosial Kota Palangka Raya ke lapangan dan melakukan koordinasi dengan petugas kesehatan serta Polresta Palangka Raya untuk evakuasi. Kemudian menghubungi pihak kelurahan terkait untuk mengurus administrasi rujukan ke Rumah Sakit Jiwa Kalawa Atei, namun pihak kelurahan kurang kooperatif tidak mau mengeluarkan surat keterangan tidak mampu dengan alasan si ODGJ bukan warga Palangka Raya. Karena darurat, petugas pun mengevakuasi klien tanpa mendapatkan SKTM, untungnya pihak RSJ Kalawa Atei bersedia menerima klien. Dari riwayat catatan RSJ Kalawa Atei ternyata klien pernah menjadi pasien beberapa tahun yang lalu, dan pihak BPJS yang dihubungi pun  menyatakan klien mempunyai KIS yang masih berlaku.

Setelah klien berhasil dirujuk, tugas Dinas Sosial Kota Palangka Raya adalah menghubungkan dengan keluarga, dengan melakukan koordinasi ke berbagai pihak akhirnya pihak keluarga berhasil dihubungi. Menurut keterangan pihak keluarga sebetulnya dalam beberapa bulan  sudah berusaha mencari klien yang pergi dari rumah, namun tidak berhasil karena waktunya juga tersita untuk menghidupi anggota keluarga yang lain sementara kehidupan ekonomi mereka juga tergolong tidak mampu. Yang membuat Peksos terharu adalah kepedulian dan rasa kasih sayang keluarga terhadap klien walaupun kondisi ekonominya sangat memprihatinkan. 

Seringkali dalam kasus serupa, peran keluarga yang semestinya sangat dibutuhkan justru tidak didapatkan klien, malahan ada beberapa yang berusaha menghindar dari tanggungjawabnya padahal kondisi ekonominya tergolong lumayan.

Kasus tersebut kembali membuktikan bahwa  jejaring sosial yang dibangun sangat bermanfaat untuk menyelesaikan masalah sosial, dan peran keluarga tetaplah yang utama. 

Kepedulian kita sedikit banyak akan mengurai masalah sosial… tetap semangat peksos

2 comments

  1. Apakah Orang Dengan Gangguan Jiwa masuk dalam kategori PMKS, dan apakah program keluarga harapan,bisa di berikan kepada ODGJ tersebut.. sebagai penyandang disabilitas berat.

    Ketika dinsos mendapatkan ODGJ yg terlantar, langkah apa yg selanjutnya dilakukan dalam memenuhi hak ODGJ terkait jaminan sosial, bagaimana jika odgj tersebut tidak memiliki identitas, dan apakah dinsos yg akan memfasilitasi terkait dgn fasilitas Adminduk, BPJS, dan rehabilitasi sosial..
    Trimakasih..

    • Dinas Sosial Kota Palangka Raya

      Selamat Pagi…
      Terkait pertanyaan Saudara dapat kami jelaskan sbb :
      1. ODGJ masuk dalam kategori PMKS sebagai penyandang disabilitas mental bilamana berasal dari keluarga yang tidak mampu, tapi tidak digolongkan dalam penyandang disabilitas berat karena masih ada kemungkinan sembuh. Penyandang Disabilitas berat contohnya adalah terkait dengan ketidak mampuan fisik, intelektual dan keterbelakangan mental, yang dalam melakukan semua aktivitas sangat tergantung dengan orang lain.
      2. Saat ini persyaratan untuk masuk dalam Program PKH adalah Keluarga tidak mampu yang mana anggota keluarganya terdapat ibu hamil, anak sekolah dan penyandang disabilitas berat
      3. Dalam penanganan ODGJ terlantar tidak memiliki identitas, Dinsos akan mengupayakan mencari keluarganya terlebih dahulu kemudian memfasilitasi legalitas identitas serta jaminan sosialnya berupa BPJS untuk pengobatan, kemudian melakukan koordinasi dengan pihak puskesmas tempat ODGJ ditemukan, untuk dirujuk ke RSJ agar mendapatkan perawatan sebagaimana mestinya.
      4. Jika ODGJ yang dinyatakan telah sembuh dan berasal dari keluarga tidak mampu, Dinsos akan memfasilitasi/mengusulkan ke sistem sumber misal PSBL Banjar baru, untuk diberikan pelatihan yang sesuai dengan kemampuannya, dan dalam tahap tersebut hingga selesai pelatihan akan dilakukan pembinaaan baik eks. ODGJ maupun keluarganya.

Tinggalkan Balasan