PEKERJA SOSIAL DAMPINGI ANAK BERHADAPAN HUKUM

Mungkin ini salah satu potret kenakalan remaja yang diakibatkan pengaruh negatif media sosial. Sungguh sangat disesalkan, korban dan pelaku sama-sama  siswa SMP yang lagi sibuk mempersiapkan diri untuk mengikuti ujian akhir. Pelaku harus berhadapan dengan pihak berwajib untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya karena  dilaporkan oleh orangtua pacarnya yang tidak terima atas pergaulan yang sudah melampaui batas. Perkenalan korban dan pelaku berawal dari facebook yang kemudian bertemu hingga akhirnya melakukan hubungan yang tidak selayaknya. Dari hasil pendampingan dan asesment baik terhadap orangtua maupun pihak sekolah,  klien merupakan anak dari orangtua yang telah bercerai dan kawin lagi, namun kebutuhan ekonomi anak selama selalu ini terpenuhi. Ketika ditanya tentang apa yang dilakukannya, dia bilang karena sering melihat di media sosial dan sudah sering pula dia lakukan terhadap perempuan lain.

Peksos berkoordinasi dengan Bapas Palangka Raya untuk memperjuangkan agar korban dan pelaku tetap bisa sekolah dan mengikuti ujian akhir. Anak yang berhadapan dengan hukum menurut undang-undang wajib didampingi Pekerja Sosial dan perlakuan hukum pun harus tetap mengedepankan hak-hak anak. Beberapa waktu kedepan Peksos  bertugas mendampingi klien menghadapi kasus hukumnya sejak saat pemeriksaan, persidangan, hingga putusan diterima.

Dalam hal ini penting sekali peran bijak orangtua untuk mengawasi penggunaan media sosial oleh anak agar terhindar dari segala pengaruh negatif media sosial. Lebih dari itu  nilai-nilai agama haruslah selalu ditanamkan kepada anak-anak. 

Tinggalkan Balasan