PEKERJA SOSIAL KOORDINASIKAN ANAK BERHADAPAN HUKUM

Kenakalan anak-anak seringkali berujung pada masalah hukum, seperti kasus yang ditangani pekerja sosial kita kali ini. Anak-anak ini merupakan kakak beradik  berumur 13 tahun dan 15 tahun, yang sejak umur 4 tahun sudah dititipkan pengasuhannya di salah satu panti asuhan di wilayah Kota Palangka Raya. Menurut keterangan Peksos yang mendampingi,  mereka dilaporkan oleh pihak panti atas kenakalannya karena melakukan pencurian makanan mie instan di beberapa warung warga untuk dimakan rame-rame bersama teman-teman lainnya di luar panti, pada sebuah rumah kosong. Oleh warga karena kedapatan mencuri, diserahkan kepada pihak panti selaku pengasuhnya, pihak panti melaporkan kejadian tersebut ke Polres Palangka Raya dengan maksud memberikan efek jera kepada anak-anak. 

Yang menjadi masalah adalah anak-anak ini tidak mau dikembalikan ke panti lagi dan pihak pantipun tidak mau menerima mereka kembali. Sementara menurut pengakuan mereka orangtuanya saat ini  sedang menjalani hukuman penjara karena kasus narkoba, tetapi tidak diketahui di lembaga mana. Mereka sudah tidak pernah menjalin komunikasi dengan pihak keluarganya.  Pekerja Sosial dan Polres kemudian melakukan koordinasi mediasi dengan pihak panti, Minggu malam (3/4/2019).  Menurut pihak kepolisian, anak yang umur 13 tahun jelas tidak mungkin dipenjara, sedangkan yang umur 15 tahun bisa diproses. Pekerja Sosial pun mengingatkan  agar pihak panti bisa berfikir jernih dan bijaksana, bahwa jika memang nanti laporan tetap diteruskan, maka akan menghadapi persidangan minimal empat kali. Dan pada saat persidangan karena masih dibawah umur, anak harus didampingi orangtua atau yang mengasuhnya, sedangkan yang melaporkan adalah panti yang mengasuhnya. 

Saat ini pekerja sosial sedang berusaha melakukan pendekatan kepada kedua anak tersebut dan menelusuri keberadaan keluarga mereka yang lain, untuk alternatif pengasuhannya. Kenakalan anak seperti ini tidak bisa dilihat dari kasusnya saja, tetapi harus dikaitnkan dengan riwayat hidupnya. Ada banyak kasus kenakalan anak yang sebenarnya bisa disikapi dengan bijak, jika saja kita menyadari  bahwa anak sebagai pribadi masih perlu perlindungan, pengawasan dan kasih sayang orang terdekatnya. Mereka belum matang dalam mengontrol emosi dan belum mampu menyelesaikan masalah secara dewasa.(dinsos, 3/4/3019) 

Tinggalkan Balasan