PELAYANAN ORANG TERLANTAR TERUS BERLANJUT

Seorang anak perempuan terdiam saat melihat sebuah mobil berhenti dan membuka pintu mobil di depan rumahnya. Ada kecemasan dan kesedihan yang terlihat di wajahnya setelah melihat orang yang berada dalam mobil.  Ya .. hari itu adalah minggu tanggal 3 Maret 2019 kemaren,  saat petugas Dinas sosial Kota Palangka Raya mengantar klien terlantar untuk menemui anak-anaknya dan mantan istrinya.  Bayang-bayang kecemasan yang sebelumnya terlihat di kedua anak tersebut berubah menjadi airmata yang tumpah penuh kesedihan, mereka tidak menyangka bahwa bapaknya mulai menyadari kesalahannya setelah semuanya terlambat. Sangat wajar jika kecemasan tersebut dirasakan anak-anaknya, karena selama bertahun-tahun hidup bersama bapaknya, mereka selalu mendapatkan perlakuan kasar dan kekerasan fisik.  Rasa haru dan sedih juga dirasakan petugas ketika melihat si klien meminta maaf kepada mereka atas perlakuannya dimasa lalu yang membuat trauma.

Klien yang diantar ini adalah klien yang diinapkan di rumah singgah Dinas Sosial Kota Palangka Raya  untuk sementara waktu sambil menunggu proses koordinasi untuk penanganan lebih lanjut.   Ketidak stabilan emosi klien yang merupakan sifat bawaannya sejak sebelum menderita sakit cukup menyita waktu dan perhatian Dinsos.  Bagaimana tidak, sebetulnya menurut pihak rumah sakit menyatakan secara medis klien mampu melakukan aktivitas pribadi seperti buang air ke kamar mandi, tetapi si klien tidak mau melakukan sendiri yang akhirnya membuat petugas kerepotan. Selama beberapa hari di rumah singgah, seringkali klien marah sampai melempar petugas dengan barang yang berada di dekatnya.  Dan sungguh beruntunglah Dinas Sosial dan orang-orang yang mendapatkan pelayanan, mempunyai pegawai yang berdedikasi tinggi, diperlakukan seperti itu  tetap sabar melayani dengan sepenuh hatinya dari mulai memandikan hingga memberi makan. 

Dengan pendekatan dan bimbingan psikososial secara agama,  klien mulai tersentuh sehingga dia sudah mulai belajar menahan emosi hingga kemudian menangis minta dipertemukan dengan anak-anaknya. Dan akhirnya setelah dilakukan pengecekan kesehatan dari petugas kesehatan klien dibawa  menemui anak-anak dan mantan isterinya.

Memang seringkali kasus yang ditangani petugas Dinas Sosial Kota Palangka Raya seperti drama penuh kesedihan, keharuan, dan kadangkala ending yang membahagiakan. Semoga saja penyesalan klien kali ini tidak sesaat…. dan lebih penting lagi semoga saja Dinas Sosial tidak lagi dipenuhi dengan permasalahan sosial yang bertubi-tubi.

Tetap semangat Bapak Ibu … Tuhan selalu bersama kita…

Tinggalkan Balasan