PEMBINAAN TUNA SOSIAL TERPADU

ADA MAKNA DIBALIK SETIAP PERISTIWA (KISAH MEREKA DI 19.08.2017)

Hujan cukup deras mengguyur kota cantik malam itu, tapi tak menghalangi langkah kaki mereka untuk menunaikan tugas.

Iya…., bagi sebagian orang pada hari sabtu, hari hujan, bukan jam kantor , lebih baik dirumah kumpul bersama keluarga atau lebih baik tidur lagi hhehehheee…………

Semua itu pilihan yang bisa saja diambil seandainya tidak menyadari betapa bahagianya bisa “mengisi kemerdekaan” dengan melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang sudah terpatri di hati nurani, bukan karna Surat Tugas semata ataupun sebuah Surat Keputusan dari pimpinan.

Kisah mereka bersama derasnya rinai hujan ini, merupakan bagian  tindak lanjut dari upaya  pelayanan sosial memberikan pembinaan terhadap PMKS khususnya Tuna Sosial yang terjaring dalam kegiatan penertiban yang dilaksanakan oleh tim terpadu  ( Satpol PP, Pihak Kepolisian, Kodim, BNN Kota Palangka Raya, dan Dinas Sosial).

Penertiban yang dilaksanakan oleh tim terpadu dimulai pada pukul 20.30 WIB dengan briefing  di dinas sosial Provinsi Kalteng, rute penertiban mengambil jalur dari Lingkar Luar, Lingkar Dalam, Kalampangan, RTA Milono, G.Obos, Yos Sudarso, Jalan Tjilik Riwut  hingga ke base camp di Trauma Center “Barigas” di jalan Rajawali.

Pada kegiatan Tahap I  ini ada 8 orang Tuna Susila yang terjaring dan bersedia untuk diberikan pembinaan oleh tim Psikososial. Pada kesempatan kali ini juga dilakukan test urine oleh BNN Kota Palangka Raya.

Berbagai latar belakang menyebabkan mereka memilih “ profesi Melayani Tamu” ada yang karna desakan ekonomi, akibat pergaulan, ditipu calo pencari kerja, perceraian dan lain sebagainya. Pada dasarnya mereka ingin penghidupan yang lebih baik namun memilih jalan terjal untuk memperolehnya.

 

 

Tinggalkan Balasan