PENDAMPINGAN ANAK BERHADAPAN DENGAN HUKUM

          Salah satu upaya Pemerintah untuk melindungi anak-anak yang berhadapan dengan hukum sesuai amanat Undang Undang Republik Indonesia  Nomor 11 Tahun 2012  tentang Sistem Peradilan Pidana Anak dan Undang – Undang  Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan  Anak . Pendampingan terhadap anak berhadapan dengan hukum memegang prinsip ” kepentingan terbaik anak ” sehingga setiap anak yang terlibat tindak pidana berhak mendapatkan perlindungan dari negara , yang dilakukan oleh Dinas Sosial sebagai wakil negara atau pemerintah.

Hari Selasa 22 Agustus 2017 kemaren, salah satu dari Satuan Bhakti Pekerja Sosial ( Sakti Peksos ) melaksanakan pendampingan bagi anak berhadapan hukum di Pengadilan Negeri Palangka Raya. Kasus Anak Berhadapan Hukum (ABH) yang didampingi oleh pekerja sosial kita kali ini adalah kasus pencabulan pada tahun 2016 silam. Kemaren merupakan sidang lanjutan dari sidang pertama tanggal 15 Agustus 2017 dengan agenda mendengarkan keterangan anak saksi, dan akan dilanjutkan kembali tanggal 29 Agustus 2017 mendatang dengan agenda mendengarkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum.

Menjadi sebuah pelajaran bagi kita dari kejadian tersebut,  ternyata dulunya sang anak pernah menjadi korban pencabulan, dan karena ketidaktahuan keluarga,  kurangnya pengawasan dari orangtua (yatim), ditambah dengan pengaruh media sosial, akhirnya membuat sang anak menjadi pelaku. Sementara korban juga merupakan anak dibawah umur sampai saat ini  masih diberikan pelayanan terapi psikologis di Trauma Center Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Tengah.

Dalam hal ini anak yang pernah mengalami kejadian buruk mestinya harus diberikan terapi psikologis untuk menghilangkan trauma. 

Mari kita lindungi anak anak disekitar kita dari pengaruh negatif lingkungan, tanamkan nilai -nilai agama kepada keluarga kita sejak dini…..

Tinggalkan Balasan