RUMAH LANSIA TIDAK LAYAK HUNI, DINSOS BANTU BAHAN REHAB

Kegiatan bantuan rehabilitasi sosial  rumah tidak layak huni untuk tahun 2020 ini diberikan Dinas Sosial Kota Palangka Raya kepada warga Kelurahan Habaring Hurung ES (72 tahun),  yang sehari-harinya bekerja sebagai tukang batu.  Keluarga ini ditetapkan sebagai penerima bantuan dari sekian banyak proposal yang diajukan ke Dinas Sosial Kota Palangka Raya untuk direhab rumahnya. Di usianya  yang sudah renta, sebelumnya rumah yang ditinggali bersama keluarganya sudah lapuk dan tidak layak huni. ” Kami berterima kasih sekali kepada Dinas Sosial Kota Palangka Raya atas realisasi bantuan rehab ini. Rumahnya memang sudah tidak layak huni, terutama bagian dapur, dalam proses pengerjaan kita lakukan secara gotong royong bersama babinsa, aparat kelurahan dan warga sekitar ” ujar Yuli lurah Habaring Hurung saat melaporkan hasil pelaksanaan rehabilitasi rumah. “Pihak kelurahan juga memberikan bantuan sembako kepada yang bersangkutan dan proses pengerjaan selama sepuluh hari dari tanggal 1 September sampai 10 september 2020” sambungnya.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial Kota Palangka Raya Nyta Bianyta Rezza menegaskan bahwa bantuan yang diberikan hanya berupa bahan bangunan sedangkan untuk pengerjaannya diserahkan kepada yang bersangkutan dan lingkungan. ” Kami tentunya sangat mengapresiasi kegiatan gotong royong tersebut dan memang itulah yang kami harapkan dari masyarakat sekitar, bersinergi dan saling mendukung, sehingga menguatkan rasa persaudaraan dan kesetiakawanan” ungkapnya. Lebih lanjut dijelaskannya bahwa  yang berhak menerima bantuan ini adalah yang memenuhi syarat yaitu masuk dalam data terpadu program penanganan Fakir Miskin; belum pernah mendapat Bantuan Sosial Rehabilitasi Sosial Rutilahu;  memiliki kartu identitas diri atau kartu keluarga; dan  memiliki rumah di atas tanah milik sendiri yang dibuktikan dengan sertifikat/girik atau surat keterangan kepemilikan dari camat selaku Pejabat Pembuat Akta Tanah.  Sedangkan kriteria rumah yang bisa dilakukan rehabilitasi sosial  adalah  dinding dan/atau atap dalam kondisi rusak yang dapat membahayakan keselamatan penghuni; dinding dan/atau atap terbuat dari bahan yang mudah rusak/lapuk; lantai terbuat dari tanah, papan, bambu/semen, atau keramik dalam kondisi rusak;  tidak memiliki tempat mandi, cuci, dan kakus; dan/atau  luas lantai kurang dari 7,2 m2/orang.(dinsos, 20/9/2020)

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan