RUMAH OKSIGEN UNTUK PENANGANAN DAMPAK ASAP

Pada hari Rabu (14/08/2019), bencana kabut asap di Kota Palangka Raya semakin mengkhawatirkan karena musim kemarau yang masih panjang dan kebakaran lahan yang hampir setiap hari terjadi, baik dikarenakan unsur kesengajaan maupun dampak musim kemarau itu sendiri. Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Kota Palangka Raya semakin gencar menanggulangi kejadian ini. Seluruh SOPD bekerjasama dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan, sosialisasi akan larangan membakar sampah dan memperhatikan lahan masing-masing telah giat dilaksanakan. Tim Pemadam Api dikerahkan dengan peralatan lengkap dan tim pengintai pelaku pembakaran pun telah diturunkan.

Dinas Sosial Kota Palangka Raya juga ikut membantu dalam penanganan kabut asap ini yaitu dengan mendirikan rumah oksigen di Rumah Singgah Sehati Jl. Poncowati.  Rumah ini berfungsi sebagai pertolongan pertama bagi  masyarakat yang kekurangan oksigen akibat terlalu banyak menghirup asap yang berbahaya. “Kita harus berupaya secara maksimal untuk membantu mengurangi dampak kebakaran hutan dan lahan, sejauh ini rumah oksigen sudah disiapkan dan air sudah ditampung untuk persiapan pemadaman api disekitar hutan dan lahan yang terbakar ” ungkap H. Akhmad Fauliansyah Kepala Dinas Sosial Kota Palangka Raya.

Dinas Sosial Kota Palangka Raya bekerja sama dengan Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Tengah melalui rumah oksigen menyediakan 10 velbed, 5 matras dan 2 tabung oksigen yang nantinya akan mendapat tambahan 3 tabung oksigen lagi dari Rumah Sakit Dorys Silvanus. Rumah oksigen untuk sementara ini beroperasi mulai pukul 08.30 WIB sampai dengan 16.00 WIB. Masyarakat dapat mengakses layanan  dengan mendatangi langsung rumah oksigen tersebut dan menyampaikan keluhan yang dialami kepada petugas. 

Petugas jaga terdiri dari petugas Dinas Sosial Kota Palangka Raya, tenaga medis Puskesmas Jekan Raya dan dan Puskesmas Kayon, serta para relawan sosial lainnya.

Tinggalkan Balasan