SEKILAS TAGANA

Berangkat dari berbagai peristiwa bencana di seluruh pelosok Indonesia, maka diperlukan penanggulangan bencana  untuk mengurangi resiko dan menekan dampak bencana terhadap masyarakat.   Untuk mewujudkan pemberdayaan masyarakat dalam penanggulangan bencana diperlukan basis yang kuat dari kalangan  masyarakat itu sendiri agar penanggulangan bencana tidak hanya menjadi kebutuhan sampingan tapi melembaga sebagai bagian dari kehidupannya. Kelompok basis yang dianggap paling kuat, paling menonjol dan militan serta memiliki spirit yang tinggi adalah dari kelompok generasi muda yang keberadaan mereka ada di seluruh pelosok desa di seluruh tanah air.

Berangkat dari hal tersebut maka lahirlah TAGANA, adalah suatu organisasi sosial yang bergerak dalam bidang penanggulangan bencana alam dan bencana sosial yang berbasiskan masyarakat, terdiri atas relawan memiliki kepedulian dan aktif dalam penanggulangan bencana bidang bantuan sosial . Pembentukan TAGANA merupakan suatu upaya untuk memberdayakan dan mendayagunakan generasi muda dalam berbagai aspek penanggulangan bencana, khususnya yang berbasis masyarakat. 

Perekrutan anggota Tagana berdasarkan : 

  1. Usulan dari organisasi atau kelompok perhimpunan komunitas tertentu
  2. Perorangan (atas kemauan sendiri)
  3. Kehormatan (khusus untuk pembina)

Anggota Tagana :

  1. Anggota Tagana adalah seluruh warga negara Indonesia pria dan wanita yang berumur 18 s.d 45 tahun disebut anggota aktif  TAGANA serta terhimpun atau berasal dari kelompok masyarakat atau organisasi tertentu
  2. Untuk anggota TAGANA yang berumur di atas 45 tahun diorganisir dalam LEGIUN TAGANA
  3. Seorang anggota Tagana dinyatakan sah sebagai anggota resmi jika telah mendapat surat keterangan dari dirjen Banjamsos setelah melalui proses pelatihan baik yang diadakan oleh Depsos Pusat, Dinas/Institusi Sosial Provinsi dan Kab/Kota serta Institusi lain yang mendapat pengakuan dari Depsos
  4. Setiap anggota Tagana akan mendapat Nomor Induk Anggota (NIA) TAGANA melalui seleksi yang dilakukan oleh yang berwenang berdasarkan ketentuan dan pedoman yang berlaku

Tugas TAGANA dalam Penanggulangan bencana  yaitu :

  • Pra Bencana   : Pendataan  dan pelaporan daerah rawan bencana, pemantauan, memperkuat jaringan kerja, melaksanakan sosialisasi dan pelatihan, membangun sistem peringatan dini, membuat analisa resiko/ dampak dan analisa kebutuhan bantuan menyiapkan peralatan-peralatan, memasang tanda-tanda dan rambu-rambu larangan, tidak tinggal di daerah rawan bencana, serta menggalang potensi di sumber-sumber
  • Saat Bencana  : melakukan penyelamatan, mengerahkan potensi dan sumber-sumber, mendistribusikan bantuan, mendata dampak/ akibat bencana, pengamanan wilayah
  • Pasca Bencana : menyusun rencana rehabilitasi dan restorasi dan melakukan upaya-upaya percepatan pemulihan

 

 

Tinggalkan Balasan