SIAPKAN SLRT, DINSOS LAKSANAKAN AUDIENSI BAGI SOPD TERKAIT

Tahun 2019 ini Kota Palangka Raya dipercaya oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia sebagai salah  satu lokasi  pelaksana Sistem Layanan Rujukan Terpadu (SLRT).  Keberadaan masyarakat miskin yang belum mendapatkan akses program-program Pemerintah menjadi latar belakang perlunya dibentuk SLRT.  Sehubungan dengan rencana tersebut, Kamis (26/9/2019) bertempat di Ruang Rapat Pereng Karuhei II digelarlah audiensi antara Kementerian Sosial Republik Indonesia dengan Pemerintah Kota Palangka Raya untuk memberikan pemahaman dan kesatuan persepsi tentang SLRT.  SLRT Kota Palangka Raya diharapkan menjadi garda terdepan sebagai pusat penanganan kemiskinan dalam satu lembaga sehingga  layanan menjadi efektif dan efisien. 

Dibuka oleh Asisten III Administrasi Umum Setda Kota Palangka Raya, audiensi menghadirkan narasumber  dari Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Kementerian Sosial Republik Indonesia  dan Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Tengah. Sedangkan peserta yang diundang hadir adalah Komisi C DPRD Kota Palangka Raya,  Bappeda, Dinkes, Dinas Pendidikan, Disdukcapil, BPKAD, Ketua PSM Kota Palangka Raya, TKSK dan jajaran Dinas Sosial Kota Palangka Raya.

Firman dari  Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Kementerian Sosial Republik Indonesia menjelaskan, SLRT adalah sistem yang membantu untuk mengidentifikasi kebutuhan masyarakat miskin dan rentan dan menghubungkan mereka dengan program dan layanan yang dikelola oleh pemerintah pusat dan daerah sesuai dengan kebutuhan mereka. Kehadiran SLRT membantu mengidentifikasi keluhan masyarakat miskin dan rentan melakukan rujukan, dan penanganan keluhan untuk memastikan keluhan tersebut ditangani dengan baik. ” SLRT dapat berjalan bila ada komitmen pimpinan daerah yang didukung oleh semua elemen baik birokrasi, dunia usaha dan lembaga sosial kemasyarakatan untuk membangun pelayanan terpadu, regulasi penyelenggaraan pelayanan terpadu yang mengatur keterlibatan pemerintah, dunia usaha dan lembaga sosial kemasyarakatan, ketersediaan sarana dan prasarana penyelenggaraan pelayanan terpadu termasuk keberadaan UPT (Unit Pelayanan Terpadu), juga kesiapan dukungan anggaran daerah untuk pelaksanaan program”ujarnya.

Sementara itu H. Akhmad Fauliansyah, SH usai acara menyatakan bahwa SLRT ini akan didukung oleh Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) yang berada di Kelurahan. “Dari pertemuan ini  OPD  terkait sudah mendapatkan informasi dan pemahaman dari narasumber, kami berharap Dinas Sosial akan didukung penuh untuk menyelenggarakan SLRT, karena mengurusi masalah kemiskinan perlu campur tangan multi sektor. Kelurahan Pahandut dan Kalampangan akan menjadi pilot project  Puskesos. Puskesos ini nantinya yang akan pertama kali mengetahui keluhan serta permasalahan warga disekitarnya dan menjadi fasilitator/penghubung ke program-program Pemerintah sesuai kebutuhan. Secepatnya kami akan bergerak membentuk SLRT, rencana selanjutnya kita akan laksanakan pelatihan bagi petugas baik sekretariatnya, petugas puskesos, maupun PSM yang terlibat” ungkapnya menuntaskan.

Tinggalkan Balasan