SOSIALISASI MANAJEMEN PENGELOLAAN KUBE 2019

Kelompok Usaha Bersama Fakir Miskin (KUBE-FM) merupakan salah satu program penanggulangan kemiskinan yang berbasis pemberdayaan masyarakat mengelola usaha secara berkelompok. Akhir tahun 2018 lalu sebanyak 7 Kelurahan  yaitu Tangkiling, Kereng Bangkirai, Danau Tundai, Kameloh Baru, Langkai, Pahandut dan Habaring Hurung telah mengajukan pembentukan KUBE FM ke Dinas Sosial Kota Palangka Raya. Ada 30 KUBE yang baru dibentuk dan telah diverifikasi keanggotaannya serta administrasinya oleh Dinas Sosial Kota Palangka Raya awal Januari lalu. 

Sebagai tindaklanjutnya Dinas Sosial Kota Palangka Raya melalui Bidang Penanganan Fakir Miskin melakukan pertemuan dan sosialisasi manajemen pengelolaan KUBE menurut pedoman yang dikeluarkan oleh Kementerian Sosial RI kepada pengurus dan anggota KUBE yang baru dibentuk tersebut.  Dalam setiap pertemuan selain hadir anggota KUBE juga diundang camat, lurah, Babinsa, Babinkamtibmas serta pendamping KUBE. Pelaksanaan pertemuan secara estafet dimulai hari jum’at (5/4/2019) di Kelurahan Tangkiling, bergeser ke Kelurahan Kereng Bangkirai pada hari senin,  selasa di kelurahan Kameloh Baru dan Danau Tundai , lanjut  lagi ke Kelurahan Langkai dan Pahandut pada hari Rabu, serta terakhir  Kelurahan Habaring Hurung hari Kamis  (11/4/2019) minggu ini.

“Hal terpenting dalam usaha kelompok adalah kekompakan, sehingga perlu adanya keterbukaan dan keterlibatan setiap anggota, karena itu anggota wajib memahami pengelolaan usaha mulai dari perencanaan usaha, penerimaan dan pengeluaran harus tercatat, juga pelaporannya ” ujar H. Akhmad Fauliansyah, SH Kepala Dinas Sosial Kota Palangka Raya dalam arahannya pada pertemuan di Kelurahan Danau Tundai pagi tadi (9/4/2019). Ditambahkannya pula untuk penguatan kapasitas KUBE,  Dinas Sosial telah menyediakan pendampingan untuk setiap KUBE FM yang bertugas sebagai penghubung dan membantu mereka dalam menghadapi berbagai kendala dan masalah  usahanya, jika ditemui pendamping yang tidak aktif, KUBE wajib melaporkannya ke Dinas Sosial sehingga bisa ditindaklanjuti.(dinsos,9/4/2019)

Tinggalkan Balasan